Anda memiliki angka kolesterol tinggi? Jika ya, Anda termasuk bagian dari 100 juta orang di Amerika Serikat yang kerap mengalami kolesterol tinggi.
Rasa sakit atau pegal di tengkuk kepala bagian belakang adalah salah satu ciri kolesterol tinggi. Tapi kebanyakan kolesterol tinggi dalam tubuh tidak menunjukkan gejala atau keluhan apapun.
Kolesterol adalah senyawa lemak yang ada dalam darah. Kolesterol yang berguna adalah High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang tidak mengendap di arteri dan melindungi pembuluh darah dari proses Aterosklerosis (terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah).
Kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) menyebabkan pengendapan di arteri yang bisa memicu penyakit jantung atau stroke. Satu lagi Trigliserida yang jika kadarnya ketinggian bisa memicu tingginya kolesterol.
Seseorang dikatakan memiliki kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg karena bisa menyebabkan stroke.
"Bagi orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi sebaiknya menghindari makanan yang berasal dari produk hewani. Lalu perbanyak konsumsi segala macam buah-buahan dan sayuran yang memang tidak mengandung kolesterol sama sekali," kata Dr Kasim Rasjidi, Rabu (27/1/2010).
Menurutnya kadar kolesterol bisa diturunkan tanpa obat-obatan dengan cara mengatur makanan. Karena penyebab tingginya kolesterol adalah makanan. Sumber kolesterol tertinggi berasal dari produk hewani seperti daging, susu dan telur.
Dr Kasim menuturkan kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh, tapi sebenarnya tanpa asupan kolesterol dari luar pun kebutuhannya sudah terpenuhi dengan baik. Karena 80 persen kolesterol dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20 persen sisanya dari makanan.
Seseorang yang memiliki kolesterol tinggi biasanya tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga saat memeriksakan darah di laboratorium tiba-tiba kadarnya sudah melewati batas. Tapi ada juga beberapa yang menunjukkan gejala seperti pusing, kesemutan, sendi terasa sakit dan vertigo atau migrain yang sering kambuh.
"Kolesterol yang tinggi dan tidak terkontrol dengan baik bisa berakibat fatal seperti serangan jantung, stroke atau penyempitan pembuluh darah. Akibat dari kolesterol tinggi ini bisa disebabkan sendiri atau akibat gabungan dengan komplikasi yang lain," tambahnya.
Dr Kasim menjelaskan untuk mengetahui kadar kolesterol dalam tubuhnya perlu dilakukan tes darah di laboratorium. Seharusnya jumlah HDL lebih tinggi dari LDL serta jumlah trigliseridanya. Kadar normalnya berbeda-beda tergantung dari kondisi seseorang seperti usia, riwayat penyakit dan seberapa besar faktor risiko yang dimilikinya.
Kolesterol tinggi berasal dari banyak sumber, mulai dari sejarah keluarga, stres hingga jenis makanan Anda. Ingin tahu beberapa penyebab angka kolesterol tinggi, berikut paparannya yang diambil INILAH.COM, dari berbagai sumber;
Diet Anda
Makan terlalu banyak lemak jenuh dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Biasanya ditemukan lemak tak sehat dalam makanan yang berasal dari hewan. Daging sapi, babi, anak sapi, susu, telur, mentega, dan keju mengandung lemak jenuh.
Makanan kemasan yang mengandung minyak kelapa, kelapa sawit, kakao atau mentega dapat mengandung banyak lemak jenuh. Anda juga akan menemukan lemak jenuh dalam mentega, minyak sayur, dan sebagian besar kue, kerupuk, keripik, dan makanan ringan lainnya.
Berat badan Anda
Lemak perut Anda tidak hanya buruk bagi kehidupan sosial. Kegemukan yang dapat meningkatkan dan menurunkan HDL triglicerides, atau kolesterol baik.
Aktivitas kerja
Turun dari tempat dudukmu dan bergeraklah! Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan LDL atau kolesterol jahat, dan menurunkan HDL atau kolesterol baik.
Umur dan jenis kelamin
Setelah mencapai usia 20, kadar kolesterol Anda alami mulai bangkit. Pada laki-laki, umumnya kadar kolesterol tinggi menetap setelah umur 50. Pada perempuan, kolesterol tinggi tetap cukup rendah sampai mati haid, setelah itu naik ke sekitar tingkat yang sama seperti pada laki-laki.
Kesehatan tubuh
Jangan melewatkan pemeriksaan fisik tahunan Anda, dan pastikan agar dokter menjelaskan risiko penyakit jantung Anda. Memiliki penyakit tertentu, seperti diabetes atau hipotiroidisme, dapat menyebabkan kolesterol tinggi.
Riwayat kesehatan keluarga
Jika ada anggota keluarga mengidap kolesterol tinggi, bisa jadi Anda juga memiliki bakat.
Merokok
Anda pasti sudah tahu yang satu ini. Merokok dapat menurunkan kolesterol baik Anda. Dan rokok dapat membunuh Anda. Jadi mengapa tidak berhenti?
Kamis, 04 Agustus 2011
Kenali Gejala Ginjal Bocor
Berbicara mengenai kelainan ginjal, masyarakat lebih akrab dengan istilah batu ginjal dan gagal ginjal. Istilah ginjal bocor masih asing di telinga awam. Tentu saja kondisi ini patut diwaspadai.
Rudi, ayah satu anak, panik ketika Aldi, buah hatinya, terlihat bengkak pada bagian muka, kaki, dan tangannya. Saat itu Aldi merintih kesakitan akibat tidak bisa buang air kecil. "Setelah saya lihat, buah zakarnya ternyata juga bengkak," ucap Rudi.
Rudi lalu membawa anak semata wayangnya ke dokter umum dekat rumah. Oleh dokter, ia disarankan melakukan tes labotarium di rumah sakit. "Ketika Aldi dites, pikiran saya sudah macam-macam. Jangan-jangan dia kena penyakit berat," ungkapnya.
Hasil tes dan menyatakan Aldi mengalami ginjal bocor. "Jelas saya kaget. Apa itu ginjal bocor? Ginjal anak saya bolong atau bagaimana? Kenapa itu bisa terjadi? Dan banyak lagi pertanyaan lain di pikiran saya," tutur Rudi.
Setelah menjalani rawat inap beberapa hari, Aldi diperbolehkan pulang. "Tetapi, dia tetap harus kontrol ke dokter tiap satu minggu sampai sembuh benar," tuturnya.
Keluarnya protein
Menurut Dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD, KGH, ahli ginjal dari RS PGI Cikini, istilah ginjal bocor disebut sindrom nefrotik dalam dunia kedokteran. Artinya, kumpulan gejala yang menyangkut kerja organ ginjal. "Istilah ginjal bocor bukan berarti terdapat lubang pada ginjal, sehingga menyebabkan kebocoran," katanya.
Lalu, mengapa disebut ginjal bocor? "Ini untuk menggambarkan bocor atau keluarnya protein (albumin) dari dalam tubuh melalui air kencing (urin)," jawabnya.
Dalam keadaan normal, ginjal bekerja sebagai penyaring, sehingga protein tidak bisa keluar dari tubuh. Jika tubuh banyak mengeluarkan protein, otomatis kadar protein dalam tubuh pun menurun.
"Sifat albumin adalah menahan agar cairan tidak keluar dari pembuluh darah. Ketika tubuh kekurangan albumin, cairan mudah merembes keluar dari pembuluh darah, menyebabkan tubuh membengkak," sebut Direktur RS PGI Cikini ini.
Jika sudah demikian, tubuh akan melakukan penyesuaian karena kekurangan albumin. Salah satunya dengan memecah lemak dari seluruh tubuh, sehingga membuat kadar kolesterol naik.
"Jadi, gejala utama sindrom nefrotik atau ginjal bocor ini ada empat. Keluarnya protein melalui urin, kekurangan kadar albumin, tubuh bengkak, dan meningkatnya kadar kolesterol," katanya.
Tubuh bengkak
Keluarnya protein melalui urin ini dikarenakan sifat membran (lapisan) yang bekerja sebagai penyaring telah berubah. Yang perlu diingat, sifatnya tidak melemah, hanya berubah karena suatu sebab.
Dr. Tunggul membagi penyebab berubahnya sifat lapisan penyaring tersebut menjadi dua golongan besar. Yang pertama karena ada sesuatu di organ ginjal. Kondisi ini disebut penyakit ginjal primer. Ini biasanya disebabkan oleh infeksi.
Kedua, karena penyakit nonginjal, tetapi melibatkan organ ginjal. "Misalnya, penyakit yang berkaitan dengan kekebalan tubuh seperti lupus, diabetes, bahkan malaria pun bisa," ucapnya.
Yang perlu ditekankan, lanjutnya, sindrom nefrotik ini berbeda dengan gagal ginjal. Gagal ginjal berkaitan dengan fungsi ginjal, sedangkan sindrom nefrotik berkaitan dengan saringan ginjal. "Bisa saja seseorang mengalami sindrom nefrotik, tetapi fungsi ginjalnya masih normal. Meski demikian, gagal ginjal dapat berpengaruh terhadap penanganan sindrom nefrotik," papar Dr. Tunggul.
Untuk menentukan apakah seseorang mengalami ginjal bocor, dapat diketahui melalui tes labotarium. Hal ini diperlukan untuk menegakkan diagnosis. Salah satu gejala ginjal bocor adalah membengkaknya tubuh. Meski begitu, tubuh bengkak belum tentu disebabkan oleh ginjal bocor.
Diagnosis awal paling mudah dilakukan melalui tes urin. Jika terdapat kadar protein yang tinggi dalam urin, perlu dilakukan penanganan lanjutan.
Obati penyebabnya
Penanganan masalah ginjal bocor sebenarnya cukup sederhana. "Obati saja penyebabnya. Jika disebabkan oleh masalah kekebalan tubuh, perbaiki kekebalan tubuhnya. Jika disebabkan infeksi, obati infeksinya. Dan jika disebabkan oleh penyakit gula, perbaiki kadar gulanya," ungkapnya.
Adapun tindakan penunjang yang dapat dilakukan antara lain dengan membuang kelebihan cairan dalam tubuh pasien. Bisa juga dengan memberi obat penurun kolesterol jika kadar kolesterol sudah jauh melebihi batas normal.
Masalahnya, dijelaskan Dr. Tunggul, kadang sindrom nefrotik yang disebabkan penyakit gula baru diketahui ketika sudah memasuki tahap lanjut. Jadi, andai penyakit gulanya dapat diobati, kemungkinan ginjal tetap rusak sangat besar. Hal ini juga yang memengaruhi kesembuhan pasien.
Ia juga menjelaskan, bisa terjadi kasus pasien dengan gejala yang sama, tetapi penyebabnya beda. Penyebab berbeda ini yang membuat mengapa pasien A bisa sembuh total, sedangkan pasien B hanya sembuh sebagian, atau bahkan tidak sembuh sama sekali.
Karena itu, Dr. Tunggul berpesan, lebih baik mencegah penyakit daripada mengobatinya. "Caranya bisa dengan membatasi asupan gula. Meski saat ini asupan gula tidak berpengaruh langsung ke ginjal, jika sudah kena diabetes nantinya bisa menghambat proses penyembuhan kalau terkena sindrom nefrotik," ujarnya.
Bila Dialami Ibu Hamil
Perempuan yang sedang hamil juga bisa terkena ginjal bocor. Sindrom nefrotik ini bisa terjadi karena banyak hal. Ada kasus seorang ibu hamil mengalami keguguran akibat sindrom nefrotik.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD, KGH, ahli ginjal dari RS PGI Cikini, Jakarta, menyatakan bahwa penderita sindroma nefrotik akan mengalami kekurangan kadar protein dalam tubuhnya.
"Secara logis, pada orang yang tidak hamil saja hal tersebut bisa merugikan tubuh. Apalagi pada orang hamil yang butuh nutrisi dan protein dalam jumlah banyak? Jika ibu hamil kekurangan protein, otomatis asupan nutrisi ke janin berkurang. Maka itu, risiko keguguran sangat besar," ujarnya.
Meski demikian, ia tidak sependapat jika sindrom nefrotik yang menyebabkan keguguran janin. "Sebenarnya yang memicu keguguran adalah penyakit penyebab sindrom nefrotik. Bukan sindrom nefrotiknya. Karena ginjal bocor bukan penyakit, melainkan kondisi yang disebabkan oleh berbagai penyakit atau hal lain," sebut Dr. Tunggul.
Karena itu, ia menyarankan untuk mencari penyebab pasti dari sindrom nefrotik tersebut. Sayangnya, gejala ginjal bocor ini seringkali terlewatkan pada ibu hamil. Ini disebabkan oleh bertambahnya berat badan wanita ketika mengandung. Jadi, salah satu gejala ginjal bocor, yaitu tubuh membengkak, sering tidak diperhatikan.
Sejumlah Gejala Penyerta
Selain empat gejala utama berupa bocornya protein lewat urin, kekurangan kadar protein dalam tubuh, badan bengkak, dan meningkatnya kadar kolesterol, masih ada beberapa gejala yang bisa menyertai sindrom nefrotik. Ini dikarenakan penyebabnya yang beragam dan bisa merembet ke bagian tubuh lain.
Gejala-gejala tersebut antara lain:
• Nafsu makan berkurang.
• Massa otot menyusut.
• Air kencing (urin) berbusa.
• Sesak napas akibat penimbunan cairan di rongga sekitar paru-paru.
• Lutut dan kantong zakar (pada pria) membengkak.
• Pada anak bisa terjadi penurunan tekanan darah ketika sedang berdiri. Tekanan darah penderita bisa rendah ataupun tinggi.
• Volume urin berkurang.
• Kekurangan nutrisi akibat hilangnya zat gizi, sehingga pertumbuhan bisa terhambat.
• Terjadi peradangan pada lapisan perut. Ini karena adanya infeksi di daerah perut. Infeksi ini diduga karena berkurangnya pembentukan antibodi atau hilangnya antibodi yang keluar bersama urin.
• Terjadi kelainan pembentukan darah yang bisa meningkatkan risiko pembekuan di dalam pembuluh darah.
Sementara itu, penyakit "bocor ginjal" yang diderita oleh Ali Rahmat (5) mengundang simpati banyak pihak. Ali yang kini sudah mendapat penanganan dokter di RSCM Jakarta diberitakan terus menangis kesakitan karena penyakit yang dideritanya. Sebenarnya, penyakit apakah "bocor ginjal" itu?
Istilah "bocor ginjal" sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Mengacu pada kelainan fisik Ali berupa perut yang membesar, kondisi ini menurut Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD, KGH, disebut dengan sindrom nefrotik. "Istilah bocor ginjal itu tidak ada, mungkin itu diberikan oleh dokter yang mendiagnosisnya untuk memudahkan pemahaman saja," paparnya.
Sindrom nefrotik bukanlah suatu penyakit. Sindrom ini merupakan suatu kumpulan tanda dan gejala yang sering menyertai berbagai penyakit yang memengaruhi fungsi penyaringan glomerulus ginjal.
Untuk mendiagnosis penyakit ini perlu pemeriksaan darah dan urine. Jika ternyata kadar protein dalam urine tinggi, maka dokter akan menyarankan biopsi (pengambilan sampel kecil jaringan ginjal) untuk memastikan adanya penyebab khusus dan membuat rencana perawatan yang tepat. Namun, biopsi ginjal jarang diperlukan untuk anak-anak
Rudi, ayah satu anak, panik ketika Aldi, buah hatinya, terlihat bengkak pada bagian muka, kaki, dan tangannya. Saat itu Aldi merintih kesakitan akibat tidak bisa buang air kecil. "Setelah saya lihat, buah zakarnya ternyata juga bengkak," ucap Rudi.
Rudi lalu membawa anak semata wayangnya ke dokter umum dekat rumah. Oleh dokter, ia disarankan melakukan tes labotarium di rumah sakit. "Ketika Aldi dites, pikiran saya sudah macam-macam. Jangan-jangan dia kena penyakit berat," ungkapnya.
Hasil tes dan menyatakan Aldi mengalami ginjal bocor. "Jelas saya kaget. Apa itu ginjal bocor? Ginjal anak saya bolong atau bagaimana? Kenapa itu bisa terjadi? Dan banyak lagi pertanyaan lain di pikiran saya," tutur Rudi.
Setelah menjalani rawat inap beberapa hari, Aldi diperbolehkan pulang. "Tetapi, dia tetap harus kontrol ke dokter tiap satu minggu sampai sembuh benar," tuturnya.
Keluarnya protein
Menurut Dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD, KGH, ahli ginjal dari RS PGI Cikini, istilah ginjal bocor disebut sindrom nefrotik dalam dunia kedokteran. Artinya, kumpulan gejala yang menyangkut kerja organ ginjal. "Istilah ginjal bocor bukan berarti terdapat lubang pada ginjal, sehingga menyebabkan kebocoran," katanya.
Lalu, mengapa disebut ginjal bocor? "Ini untuk menggambarkan bocor atau keluarnya protein (albumin) dari dalam tubuh melalui air kencing (urin)," jawabnya.
Dalam keadaan normal, ginjal bekerja sebagai penyaring, sehingga protein tidak bisa keluar dari tubuh. Jika tubuh banyak mengeluarkan protein, otomatis kadar protein dalam tubuh pun menurun.
"Sifat albumin adalah menahan agar cairan tidak keluar dari pembuluh darah. Ketika tubuh kekurangan albumin, cairan mudah merembes keluar dari pembuluh darah, menyebabkan tubuh membengkak," sebut Direktur RS PGI Cikini ini.
Jika sudah demikian, tubuh akan melakukan penyesuaian karena kekurangan albumin. Salah satunya dengan memecah lemak dari seluruh tubuh, sehingga membuat kadar kolesterol naik.
"Jadi, gejala utama sindrom nefrotik atau ginjal bocor ini ada empat. Keluarnya protein melalui urin, kekurangan kadar albumin, tubuh bengkak, dan meningkatnya kadar kolesterol," katanya.
Tubuh bengkak
Keluarnya protein melalui urin ini dikarenakan sifat membran (lapisan) yang bekerja sebagai penyaring telah berubah. Yang perlu diingat, sifatnya tidak melemah, hanya berubah karena suatu sebab.
Dr. Tunggul membagi penyebab berubahnya sifat lapisan penyaring tersebut menjadi dua golongan besar. Yang pertama karena ada sesuatu di organ ginjal. Kondisi ini disebut penyakit ginjal primer. Ini biasanya disebabkan oleh infeksi.
Kedua, karena penyakit nonginjal, tetapi melibatkan organ ginjal. "Misalnya, penyakit yang berkaitan dengan kekebalan tubuh seperti lupus, diabetes, bahkan malaria pun bisa," ucapnya.
Yang perlu ditekankan, lanjutnya, sindrom nefrotik ini berbeda dengan gagal ginjal. Gagal ginjal berkaitan dengan fungsi ginjal, sedangkan sindrom nefrotik berkaitan dengan saringan ginjal. "Bisa saja seseorang mengalami sindrom nefrotik, tetapi fungsi ginjalnya masih normal. Meski demikian, gagal ginjal dapat berpengaruh terhadap penanganan sindrom nefrotik," papar Dr. Tunggul.
Untuk menentukan apakah seseorang mengalami ginjal bocor, dapat diketahui melalui tes labotarium. Hal ini diperlukan untuk menegakkan diagnosis. Salah satu gejala ginjal bocor adalah membengkaknya tubuh. Meski begitu, tubuh bengkak belum tentu disebabkan oleh ginjal bocor.
Diagnosis awal paling mudah dilakukan melalui tes urin. Jika terdapat kadar protein yang tinggi dalam urin, perlu dilakukan penanganan lanjutan.
Obati penyebabnya
Penanganan masalah ginjal bocor sebenarnya cukup sederhana. "Obati saja penyebabnya. Jika disebabkan oleh masalah kekebalan tubuh, perbaiki kekebalan tubuhnya. Jika disebabkan infeksi, obati infeksinya. Dan jika disebabkan oleh penyakit gula, perbaiki kadar gulanya," ungkapnya.
Adapun tindakan penunjang yang dapat dilakukan antara lain dengan membuang kelebihan cairan dalam tubuh pasien. Bisa juga dengan memberi obat penurun kolesterol jika kadar kolesterol sudah jauh melebihi batas normal.
Masalahnya, dijelaskan Dr. Tunggul, kadang sindrom nefrotik yang disebabkan penyakit gula baru diketahui ketika sudah memasuki tahap lanjut. Jadi, andai penyakit gulanya dapat diobati, kemungkinan ginjal tetap rusak sangat besar. Hal ini juga yang memengaruhi kesembuhan pasien.
Ia juga menjelaskan, bisa terjadi kasus pasien dengan gejala yang sama, tetapi penyebabnya beda. Penyebab berbeda ini yang membuat mengapa pasien A bisa sembuh total, sedangkan pasien B hanya sembuh sebagian, atau bahkan tidak sembuh sama sekali.
Karena itu, Dr. Tunggul berpesan, lebih baik mencegah penyakit daripada mengobatinya. "Caranya bisa dengan membatasi asupan gula. Meski saat ini asupan gula tidak berpengaruh langsung ke ginjal, jika sudah kena diabetes nantinya bisa menghambat proses penyembuhan kalau terkena sindrom nefrotik," ujarnya.
Bila Dialami Ibu Hamil
Perempuan yang sedang hamil juga bisa terkena ginjal bocor. Sindrom nefrotik ini bisa terjadi karena banyak hal. Ada kasus seorang ibu hamil mengalami keguguran akibat sindrom nefrotik.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD, KGH, ahli ginjal dari RS PGI Cikini, Jakarta, menyatakan bahwa penderita sindroma nefrotik akan mengalami kekurangan kadar protein dalam tubuhnya.
"Secara logis, pada orang yang tidak hamil saja hal tersebut bisa merugikan tubuh. Apalagi pada orang hamil yang butuh nutrisi dan protein dalam jumlah banyak? Jika ibu hamil kekurangan protein, otomatis asupan nutrisi ke janin berkurang. Maka itu, risiko keguguran sangat besar," ujarnya.
Meski demikian, ia tidak sependapat jika sindrom nefrotik yang menyebabkan keguguran janin. "Sebenarnya yang memicu keguguran adalah penyakit penyebab sindrom nefrotik. Bukan sindrom nefrotiknya. Karena ginjal bocor bukan penyakit, melainkan kondisi yang disebabkan oleh berbagai penyakit atau hal lain," sebut Dr. Tunggul.
Karena itu, ia menyarankan untuk mencari penyebab pasti dari sindrom nefrotik tersebut. Sayangnya, gejala ginjal bocor ini seringkali terlewatkan pada ibu hamil. Ini disebabkan oleh bertambahnya berat badan wanita ketika mengandung. Jadi, salah satu gejala ginjal bocor, yaitu tubuh membengkak, sering tidak diperhatikan.
Sejumlah Gejala Penyerta
Selain empat gejala utama berupa bocornya protein lewat urin, kekurangan kadar protein dalam tubuh, badan bengkak, dan meningkatnya kadar kolesterol, masih ada beberapa gejala yang bisa menyertai sindrom nefrotik. Ini dikarenakan penyebabnya yang beragam dan bisa merembet ke bagian tubuh lain.
Gejala-gejala tersebut antara lain:
• Nafsu makan berkurang.
• Massa otot menyusut.
• Air kencing (urin) berbusa.
• Sesak napas akibat penimbunan cairan di rongga sekitar paru-paru.
• Lutut dan kantong zakar (pada pria) membengkak.
• Pada anak bisa terjadi penurunan tekanan darah ketika sedang berdiri. Tekanan darah penderita bisa rendah ataupun tinggi.
• Volume urin berkurang.
• Kekurangan nutrisi akibat hilangnya zat gizi, sehingga pertumbuhan bisa terhambat.
• Terjadi peradangan pada lapisan perut. Ini karena adanya infeksi di daerah perut. Infeksi ini diduga karena berkurangnya pembentukan antibodi atau hilangnya antibodi yang keluar bersama urin.
• Terjadi kelainan pembentukan darah yang bisa meningkatkan risiko pembekuan di dalam pembuluh darah.
Sementara itu, penyakit "bocor ginjal" yang diderita oleh Ali Rahmat (5) mengundang simpati banyak pihak. Ali yang kini sudah mendapat penanganan dokter di RSCM Jakarta diberitakan terus menangis kesakitan karena penyakit yang dideritanya. Sebenarnya, penyakit apakah "bocor ginjal" itu?
Istilah "bocor ginjal" sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Mengacu pada kelainan fisik Ali berupa perut yang membesar, kondisi ini menurut Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD, KGH, disebut dengan sindrom nefrotik. "Istilah bocor ginjal itu tidak ada, mungkin itu diberikan oleh dokter yang mendiagnosisnya untuk memudahkan pemahaman saja," paparnya.
Sindrom nefrotik bukanlah suatu penyakit. Sindrom ini merupakan suatu kumpulan tanda dan gejala yang sering menyertai berbagai penyakit yang memengaruhi fungsi penyaringan glomerulus ginjal.
Untuk mendiagnosis penyakit ini perlu pemeriksaan darah dan urine. Jika ternyata kadar protein dalam urine tinggi, maka dokter akan menyarankan biopsi (pengambilan sampel kecil jaringan ginjal) untuk memastikan adanya penyebab khusus dan membuat rencana perawatan yang tepat. Namun, biopsi ginjal jarang diperlukan untuk anak-anak
Sabtu, 16 Juli 2011
7 Keajaiban Setelah Menangis
Siapa bilang menangis tak ada gunanya? Kelamaan menangis memang bisa bikin mata merah dan bengkak. Tapi jangan salah, menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Apa saja?
Dikutip dari Beliefnet, ini dia 7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata.
1. Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.
2. Membunuh bakteri
Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
3. Meningkatkan mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.
4. Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun.
Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.
5. Mengurangi stres
Bagaimana menangis bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.
Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.
Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.
7. Melegakan perasaan
Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.
Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.
BY:
saya bgt
Jumat, 15 Juli 2011
BATUK LEWAT TIGA HARI PERLU DIWASPADAI/
BATUK LEWAT TIGA HARI PERLU DIWASPADAI
Terutama bila frekuensi batuknya sering dan tekanannya kuatDuh, repot ya Bu, kalau sedang hamil lalu terserang batuk. Setiap uhuk-uhuk, perut serasa ditekan-tekan. Kalau ditahan, batuknya bukan malah berhenti tapi justru menyembur lebih keras lagi. Padahal kita sering berbuat begitu agar si janin tidak ikut terguncang-guncang saat kita terbatuk. Jadi apa yang mesti diperbuat, ya?
Yang jelas, kata dr. Reino Rambey, SpOG., dari RS Haji, Jakarta, batuk kerap menyerang ibu hamil karena kondisi daya tahan tubuhnya saat itu memang sedang lemah sehingga memudahkan kuman masuk. Namun, masalah batuk ini tidak perlu membuat ibu hamil khawatir berlebihan, karena tidak setiap batuk akan membahayakan janin. Frekuensi batuk yang jarang dan tekanan batuk yang tidak terlalu kuat umumnya tidak menimbulkan gangguan berarti bagi kehamilan dan perkembangan janin.
DAMPAK BATUK
Lalu bagaimana dampak dari infeksinya sendiri, apakah tidak akan mengganggu kesehatan janin? Seperti diketahui, batuk merupakan suatu gejala penyakit karena saluran napas yang bersangkutan tengah "bermasalah" seperti terinfeksi bakteri, virus atau hanya sekadar teriritasi. Lagi-lagi Reino menegaskan, penyakit infeksi saluran pernapasan, seperti batuk-pilek yang umum terjadi, tidak akan sampai berpengaruh atau menimbulkan kecacatan pada janin. "Janin tetap aman karena ia berada dalam selaput ketuban di dalam rahim yang dapat melindunginya dari infeksi luar."
Yang perlu diwaspadai, jika frekuensi batuk itu terbilang sering dan tekanannya kuat. Itu berarti infeksi yang terjadi juga berat. Dampaknya bisa seperti ini:
* Di Trimester Awal
Batuk yang kuat dan sering di trimester ini akan meyebabkan meningkatnya tekanan dalam perut. Bila batuk yang terjadi diakibatkan infeksi yang cukup berat, tentunya dapat menimbulkan kontraksi. Di samping itu infeksi pada saluran napas sering pula mengakibatkan infeksi pada organ reproduksi wanita. Jika kondisi ibu hamil sudah bermasalah dari awal, ditambah dengan adanya infeksi, tentunya batuk seperti ini dapat memperparah dan ancaman keguguran dapat saja terjadi. Seperti yang dikatakan Reino, "Keguguran bisa terjadi jika kehamilan ibu disertai kelainan pada janin, seperti blindedovum atau janin yang tak berkembang."
* Di Trimester kedua dan ketiga
Sementara di trimester kedua dan ketiga, batuk yang terus-menerus dikhawatirkan bisa memicu kelahiran prematur. Batuk yang kuat menyebabkan tekanan ke rongga perut meningkat sehingga rahim jadi lebih sering terdorong dan terjadilah kontraksi. "Bahkan di trimester akhir bila disertai infeksi, kondisi seperti ini bisa menyebabkan ketuban pecah dini dan mengakibatkan kelahiran prematur."
TIGA PENYEBAB BATUK
Soal penyebab batuk, Reino membaginya menjadi tiga, yakni karena alergi, virus atau bakteri.
* Batuk alergi
Batuk alergi terjadi karena saluran napas yang bersangkutan sangat sensitif (hipersensitif) terhadap rangsangan faktor pencetus, semisal udara dingin, debu udara dan perabot rumah, asap, dan sebagainya. Pada umumnya batuk ini gampang dikenali, kemunculannya berbarengan dengan saat si penderita alergi terkena faktor pencetus. Lalu batuk-batuk akan menghilang bila ibu tidak terpapar lagi oleh faktor pencetus tersebut.
Pengobatan yang paling utama adalah menghindari faktor pencetus. Dokter biasanya juga akan memberikan obat batuk yang sifatnya meredakan reaksi alergi sehingga frekuensi batuknya jadi berkurang.
* Batuk karena virus
Cirinya adalah batuk yang terjadi tidak berlangsung terus-menerus dan akan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Umumnya disebabkan kondisi tubuh ibu yang sedang menurun. Bisa karena ibu kurang menjaga asupan makanannya, kurang berolahraga, atau bisa juga karena kurang istirahat. Batuk karena virus termasuk self limiting desease atau penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa diobati.
Jadi batuk yang dikarenakan virus tidak perlu diatasi dengan obat-obatan karena, seperti yang dikatakan tadi, dia akan menghilang sendiri dalam waktu kurang dari seminggu. Tentu dengan syarat, ibu hamil harus meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan makan makanan bergizi dan cukup beristirahat.
* Batuk karena bakteri
Adakalanya batuk yang awalnya disebabkan infeksi virus dapat berlanjut dengan infeksi oleh bakteri. Kalau sudah begini, kondisi ibu hamil akan terlihat parah. Gejala yang timbul bukan hanya bersin-bersin dan batuk-batuk saja, tapi juga demam. Batuknya pun disertai lendir atau dahak yang berwarna kuning atau kehijauan. Upaya pengobatannya adalah dengan menggunakan obat batuk dan antibiotika.
PENANGANAN DI RUMAH
Nah, untuk batuk yang masih ringan (tanpa disertai demam dan belum lebih dari tiga hari), saran Reino, ibu hamil tak perlu langsung mengonsumsi obat. Langkah-langkah di bawah ini bisa dilakukan agar kondisi penyakit tidak semakin parah:
* Banyaklah beristirahat dan tidur yang cukup.
* Hindari makan makanan yang dapat merangsang batuk, seperti goreng-gorengan atau makanan dan minuman dingin.
* Banyaklah mengonsumsi buah-buahan, terlebih yang kaya vitamin C, seperti jeruk, jambu biji dan sejenisnya.
* Banyak minum air putih hangat agar tenggorokan tidak membengkak akibat adanya reaksi peradangan.
* Pengobatan seperti minum sesendok kecap atau madu yang sudah dicampur dengan perasan air jeruk nipis yang sebelumnya sudah dibakar, bisa saja dicoba.
Jika semua cara tersebut tidak juga meredakan batuk, untuk pertolongan pertama ibu bisa minum obat batuk hitam yang relatif aman dikonsumsi selama hamil. Obat batuk yang bisa digunakan untuk semua jenis batuk ini, selain dapat meredakan batuk, juga bisa mengeluarkan lendir.
HUBUNGI DOKTER
Kalau kondisi ibu hamil tidak membaik atau malah cenderung lebih parah, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi pada dokter kandungan karena kalau sudah begitu biasanya batuk yang terjadi disebabkan bakteri, yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dokter.
Umumnya yang diberikan adalah obat pengurang batuk, juga antibiotik sebagai upaya untuk menekan jumlah bakteri. Juga, bila batuk yang terjadi menimbulkan kontraksi, selain obat-obatan tadi, dokter akan memberikan obat yang sifatnya dapat meredakan kontraksi pada rahim.
Tentunya jenis antibiotika dan dosis yang diberikan dokter harus aman bagi ibu hamil. "Dokter kandungan pasti sudah tahu antibiotik mana yang tidak akan menembus sawar plasenta sehingga aman bagi janin."
BATUK KARENA TBC
Bagaimana dengan batuk yang disebabkan penyakit berat seperti TBC? Ditegaskan oleh Reino, bahwa batuk akibat TBC amat jarang muncul selama kehamilan. Kalaupun ada bukan karena pada saat hamil ibu terserang TBC, tapi infeksi TBC terjadi jauh sebelum kehamilan. Jika TBC itu tidak diobati secara tuntas, maka kondisinya menjadi parah dan timbul serta berlanjut saat ibu tengah mengandung. Dampak kasus seperti ini pada janin, diakui Reino, cukup berbahaya karena infeksi bakteri TBC bisa menyebabkan kondisi kesehatan ibu menurun dan akhirnya dapat dan menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. "Infeksi pada saluran napas dapat pula menyebabkan infeksi pada kelenjar getah bening yang ada di leher. Kemudian kuman beredar mengikuti aliran darah sampai ke organ reproduksi wanita, yang dapat mengakibatkan kontraksi pada rahim, ketuban pecah dini bahkan keguguran atau persalinan prematur."
Oleh karena itu, saran Reino, sebelum kehamilan terjadi ibu sebaiknya sudah mempersiapkan kesehatan diri dengan maksimal. Di antaranya melakukan tes kesehatan sebelum mengupayakan kehamilan. Itulah pentingnya pemeriksaan prenatal, sehingga selama kehamilan ibu dapat terbebas dari infeksi-infeksi yang berat.
Batuk Saat Hamil Muda
DOKTER, saya sedang hamil 4 bulan, sejak 2 hari lalu saya batuk. Batuknya sering sampai perut saya sakit. Saya takut minum obat karena khawatir berakibat pada kehamilan saya. Apakah saya boleh minum obat batuk saat hamil muda? Terima kasih Dok.
Ny. Ria di Bandung
Ibu Ria yang terhormat.
SEBAGAIMANA manusia umumnya, dalam keadaan cuaca saat ini, tidak heran bila ibu mengalami batuk atau pilek. Semua ibu hamil dapat mengalami penyakit-penyakit yang diderita oleh ibu tidak hamil. Intinya adalah ibu hamil harus menjaga dirinya agar tidak mudah kena penyakit, terutama trimester pertama (12 minggu pertama) karena masa tersebut merupakan masa pertumbuhan janin.
Umumnya penyakit batuk atau batuk pilek bukan merupakan hal yang berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya, akan tetapi gejalanya dapat mengganggu ibu karena saat batuk perut merasa tertarik dan tidak nyaman. Pada kehamilan lebih dari 4 bulan, obat-obat batuk relatif lebih aman dipakai daripada usia kehamilan kurang dari 3 bulan. Obat batuk yang dapat dipakai adalah yang mengandung anti-histamin kecuali beberapa macam tidak dianjurkan untuk dipakai pada trimester pertama. Selain itu, yang dibolehkan adalah obat yang cukup aman dan banyak pre-paratnya, yakni yang mengandung dextromethorphan.
Merek obat batuk sangat banyak, karena kebanyakan obat batuk termasuk kategori C (dipakai hanya dengan pertimbangan kegunaannya lebih besar daripada risikonya) dan karena etika penulisan pada media cetak dokter tidak boleh mengunggulkan salah satu merek, Ibu dapat membaca kandungan obat batuk tersebut yang tertera pada kemasan obat-obat batuk. Obat yang mengandung pseudoephedrine sebaiknya dihindari pemakaiannya pada trimester pertama.
Cara lain mengatasi batuk tanpa obat-obatan adalah minum yang banyak, minum teh hangat, juice, air putih, cairan yang banyak dapat mengencerkan dahak sehingga mengurangi rangsangan batuk. Perlu diketahui bahwa guncangan perut karena batuk tidak akan menyebabkan keguguran atau mulainya persalinan. Menggosok dada dengan preparat mengandung mentol atau penghangat lainnya (kayu putih), banyak beristirahat, memakai obat isap hidung, atau melakukan penguapan dapat sangat membantu. Bila masih bingung, segera hubungi dokter terdekat.
Semoga ibu cepat sembuh."*
Dok, putri bungsu saya sekarang berusia 12 tahun. Belum haid, namun sejak beberapa waktu lalu menderita keputihan, kadang gatal. Saya sudah beritahu tentang cara cebok yang baik. Saya juga sudah bilang bahwa celana dalam harus tetap kering, jadi harus sering diganti. Namun keputihan itu masih ada. Bagaimana Duk? Terima kasih sebelumnya.
Ny. Dwiani di Bandung
Ibu Dwi yang terhormat.
Keputihan sering menjadi ciri yang normal terjadi [tada gadis menjelang haid (menarche/ haid yang pertama kali datang). Warna keputihan yang normal dapat bening seperti air Hut, atau putih jernih agak kental, namun tidak berbau dan tidak menyebabkan rasa gatal. Hal ini harus diketahui oleh para remaja agar dapat membedakannya dengan keputihan penyakit.Apabila dilakukan pemeriksaan apus cairan vagina di laboratorium, hanya terlihat beberapa sel epitel vagina dan sel darah putih/lekosit polimorfonuk-lier (PMN) 5 per lapangan pandangan (pemeriksaan mikroskopik), tidak terlihat jamur atau mikroorganisme patogen.
Keputihan yang merupakan penyakit infeksi vagina atau vulva (vulvovaginitis), biasanya berpenampilan cairan vagina yang berwarna kekuningan, putih keruh, atau putih bergerombol seperti kepala susu pecah, dapat berbau, dapat pula terasa gatal. Daerah kemalu-an (vulva) dapat terlihat iritasi, berwarna kemerahan atau menipis dan terdapat bekas garukan. Penyebabnya dapat berupa kontaminasi feses dari anus (ibu sudah mengajarkan cara cebok yang benar), kuman dari sekitar kemajuan yang lembap (sering memakai celana stretch, nilon, berkeringat, atau kebersihan kurang baik. Pada anak kecil, dapat pula terjadi keputihan akibat iritasi benda asing yang masuk ke dalam vagina).Hindari pemakaian celana ketat, legging, atau celana nilon, dan jaga kebersihan serta kelembapan. Apabila Ibu meragukan keputihannya sebagai penyakit, hawalah putri Ibu ke dokter kandungan ter-dekat.*"
Ny. Ria di Bandung
Ibu Ria yang terhormat.
SEBAGAIMANA manusia umumnya, dalam keadaan cuaca saat ini, tidak heran bila ibu mengalami batuk atau pilek. Semua ibu hamil dapat mengalami penyakit-penyakit yang diderita oleh ibu tidak hamil. Intinya adalah ibu hamil harus menjaga dirinya agar tidak mudah kena penyakit, terutama trimester pertama (12 minggu pertama) karena masa tersebut merupakan masa pertumbuhan janin.
Umumnya penyakit batuk atau batuk pilek bukan merupakan hal yang berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya, akan tetapi gejalanya dapat mengganggu ibu karena saat batuk perut merasa tertarik dan tidak nyaman. Pada kehamilan lebih dari 4 bulan, obat-obat batuk relatif lebih aman dipakai daripada usia kehamilan kurang dari 3 bulan. Obat batuk yang dapat dipakai adalah yang mengandung anti-histamin kecuali beberapa macam tidak dianjurkan untuk dipakai pada trimester pertama. Selain itu, yang dibolehkan adalah obat yang cukup aman dan banyak pre-paratnya, yakni yang mengandung dextromethorphan.
Merek obat batuk sangat banyak, karena kebanyakan obat batuk termasuk kategori C (dipakai hanya dengan pertimbangan kegunaannya lebih besar daripada risikonya) dan karena etika penulisan pada media cetak dokter tidak boleh mengunggulkan salah satu merek, Ibu dapat membaca kandungan obat batuk tersebut yang tertera pada kemasan obat-obat batuk. Obat yang mengandung pseudoephedrine sebaiknya dihindari pemakaiannya pada trimester pertama.
Cara lain mengatasi batuk tanpa obat-obatan adalah minum yang banyak, minum teh hangat, juice, air putih, cairan yang banyak dapat mengencerkan dahak sehingga mengurangi rangsangan batuk. Perlu diketahui bahwa guncangan perut karena batuk tidak akan menyebabkan keguguran atau mulainya persalinan. Menggosok dada dengan preparat mengandung mentol atau penghangat lainnya (kayu putih), banyak beristirahat, memakai obat isap hidung, atau melakukan penguapan dapat sangat membantu. Bila masih bingung, segera hubungi dokter terdekat.
Semoga ibu cepat sembuh."*
Dok, putri bungsu saya sekarang berusia 12 tahun. Belum haid, namun sejak beberapa waktu lalu menderita keputihan, kadang gatal. Saya sudah beritahu tentang cara cebok yang baik. Saya juga sudah bilang bahwa celana dalam harus tetap kering, jadi harus sering diganti. Namun keputihan itu masih ada. Bagaimana Duk? Terima kasih sebelumnya.
Ny. Dwiani di Bandung
Ibu Dwi yang terhormat.
Keputihan sering menjadi ciri yang normal terjadi [tada gadis menjelang haid (menarche/ haid yang pertama kali datang). Warna keputihan yang normal dapat bening seperti air Hut, atau putih jernih agak kental, namun tidak berbau dan tidak menyebabkan rasa gatal. Hal ini harus diketahui oleh para remaja agar dapat membedakannya dengan keputihan penyakit.Apabila dilakukan pemeriksaan apus cairan vagina di laboratorium, hanya terlihat beberapa sel epitel vagina dan sel darah putih/lekosit polimorfonuk-lier (PMN) 5 per lapangan pandangan (pemeriksaan mikroskopik), tidak terlihat jamur atau mikroorganisme patogen.
Keputihan yang merupakan penyakit infeksi vagina atau vulva (vulvovaginitis), biasanya berpenampilan cairan vagina yang berwarna kekuningan, putih keruh, atau putih bergerombol seperti kepala susu pecah, dapat berbau, dapat pula terasa gatal. Daerah kemalu-an (vulva) dapat terlihat iritasi, berwarna kemerahan atau menipis dan terdapat bekas garukan. Penyebabnya dapat berupa kontaminasi feses dari anus (ibu sudah mengajarkan cara cebok yang benar), kuman dari sekitar kemajuan yang lembap (sering memakai celana stretch, nilon, berkeringat, atau kebersihan kurang baik. Pada anak kecil, dapat pula terjadi keputihan akibat iritasi benda asing yang masuk ke dalam vagina).Hindari pemakaian celana ketat, legging, atau celana nilon, dan jaga kebersihan serta kelembapan. Apabila Ibu meragukan keputihannya sebagai penyakit, hawalah putri Ibu ke dokter kandungan ter-dekat.*"
CARA MENJAGA KEHAMILAN
Kehamilan adalah idaman semua wanita, siapa yang tidak ingin Hamil? .Jadi Kehamilan adalah kesempurnaan seorang wanita.
Bila anda merencanakan dan mempersiapkan kehamilan secara matang, maka otomatis bayi dalam kandungan akan baik-baik saja. Selain itu saat bayi lahir dalam keadaan sehat fisik dan psikis tanpa cacat sedikit pun. Hal tersebut didukung oleh kondisi kesehatan calon ayah dan ibu yang optimal dan merupakan salah satu cara mencegah ketidaknormalan sel calon janin
Berikut ini ada tips yang sangat dianjurkan bagi Ibu hamil dalam menjaga kehamilan masa pertumbuhan bayi di dalam kandungan :
1. Kontrol teratur ke dokter untuk memeriksakan kehamilan.
1. Kontrol teratur ke dokter untuk memeriksakan kehamilan.
2. Hindari bahan atau zat-zat kimia yang yang menimbulkan keracunan
3. Berhenti merokok bila Anda merokok atau janganlah menjadi perokok pasif,
3. Berhenti merokok bila Anda merokok atau janganlah menjadi perokok pasif,
4. Minumlah yang lebih banyak, terutama air putih.
5. Konsumsi makanan yang bergizi, untuk memenuhi kecukupan gizi untuk ibu dan si kecil
5. Konsumsi makanan yang bergizi, untuk memenuhi kecukupan gizi untuk ibu dan si kecil
6. Konsumsi vitamin Asam Folat
7. Konsumsi juga tablet penambah darah,
8. Berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat-obatan termasuk juga obat-obat tradisional.
9. Jangan sungkan atau takut bertanya pada dokter.
9. Jangan sungkan atau takut bertanya pada dokter.
10. Tetaplah beraktifitas karena akan baik untuk sang ibu maupun sang calon bayi.
11. Hindari mandi atau berendam dengan air panas saat hamil.
12. Istirahatlah yang cukup.
Langganan:
Postingan (Atom)








