Jumat, 15 Juli 2011

BATUK LEWAT TIGA HARI PERLU DIWASPADAI/

BATUK LEWAT TIGA HARI PERLU DIWASPADAI
Terutama bila frekuensi batuknya sering dan tekanannya kuat
Duh, repot ya Bu, kalau sedang hamil lalu terserang batuk. Setiap uhuk-uhuk, perut serasa ditekan-tekan. Kalau ditahan, batuknya bukan malah berhenti tapi justru menyembur lebih keras lagi. Padahal kita sering berbuat begitu agar si janin tidak ikut terguncang-guncang saat kita terbatuk. Jadi apa yang mesti diperbuat, ya?
Yang jelas, kata dr. Reino Rambey, SpOG., dari RS Haji, Jakarta, batuk kerap menyerang ibu hamil karena kondisi daya tahan tubuhnya saat itu memang sedang lemah sehingga memudahkan kuman masuk. Namun, masalah batuk ini tidak perlu membuat ibu hamil khawatir berlebihan, karena tidak setiap batuk akan membahayakan janin. Frekuensi batuk yang jarang dan tekanan batuk yang tidak terlalu kuat umumnya tidak menimbulkan gangguan berarti bagi kehamilan dan perkembangan janin.
DAMPAK BATUK
Lalu bagaimana dampak dari infeksinya sendiri, apakah tidak akan mengganggu kesehatan janin? Seperti diketahui, batuk merupakan suatu gejala penyakit karena saluran napas yang bersangkutan tengah "bermasalah" seperti terinfeksi bakteri, virus atau hanya sekadar teriritasi. Lagi-lagi Reino menegaskan, penyakit infeksi saluran pernapasan, seperti batuk-pilek yang umum terjadi, tidak akan sampai berpengaruh atau menimbulkan kecacatan pada janin. "Janin tetap aman karena ia berada dalam selaput ketuban di dalam rahim yang dapat melindunginya dari infeksi luar."
Yang perlu diwaspadai, jika frekuensi batuk itu terbilang sering dan tekanannya kuat. Itu berarti infeksi yang terjadi juga berat. Dampaknya bisa seperti ini: 
* Di Trimester Awal
Batuk yang kuat dan sering di trimester ini akan meyebabkan meningkatnya tekanan dalam perut. Bila batuk yang terjadi diakibatkan infeksi yang cukup berat, tentunya dapat menimbulkan kontraksi. Di samping itu infeksi pada saluran napas sering pula mengakibatkan infeksi pada organ reproduksi wanita. Jika kondisi ibu hamil sudah bermasalah dari awal, ditambah dengan adanya infeksi, tentunya batuk seperti ini dapat memperparah dan ancaman keguguran dapat saja terjadi. Seperti yang dikatakan Reino, "Keguguran bisa terjadi jika kehamilan ibu disertai kelainan pada janin, seperti blindedovum atau janin yang tak berkembang."
* Di Trimester kedua dan ketiga
Sementara di trimester kedua dan ketiga, batuk yang terus-menerus dikhawatirkan bisa memicu kelahiran prematur. Batuk yang kuat menyebabkan tekanan ke rongga perut meningkat sehingga rahim jadi lebih sering terdorong dan terjadilah kontraksi. "Bahkan di trimester akhir bila disertai infeksi, kondisi seperti ini bisa menyebabkan ketuban pecah dini dan mengakibatkan kelahiran prematur."
TIGA PENYEBAB BATUK
Soal penyebab batuk, Reino membaginya menjadi tiga, yakni karena alergi, virus atau bakteri.
* Batuk alergi
Batuk alergi terjadi karena saluran napas yang bersangkutan sangat sensitif (hipersensitif) terhadap rangsangan faktor pencetus, semisal udara dingin, debu udara dan perabot rumah, asap, dan sebagainya. Pada umumnya batuk ini gampang dikenali, kemunculannya berbarengan dengan saat si penderita alergi terkena faktor pencetus. Lalu batuk-batuk akan menghilang bila ibu tidak terpapar lagi oleh faktor pencetus tersebut.
Pengobatan yang paling utama adalah menghindari faktor pencetus. Dokter biasanya juga akan memberikan obat batuk yang sifatnya meredakan reaksi alergi sehingga frekuensi batuknya jadi berkurang.
* Batuk karena virus
Cirinya adalah batuk yang terjadi tidak berlangsung terus-menerus dan akan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Umumnya disebabkan kondisi tubuh ibu yang sedang menurun. Bisa karena ibu kurang menjaga asupan makanannya, kurang berolahraga, atau bisa juga karena kurang istirahat. Batuk karena virus termasuk self limiting desease atau penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa diobati.
Jadi batuk yang dikarenakan virus tidak perlu diatasi dengan obat-obatan karena, seperti yang dikatakan tadi, dia akan menghilang sendiri dalam waktu kurang dari seminggu. Tentu dengan syarat, ibu hamil harus meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan makan makanan bergizi dan cukup beristirahat.
* Batuk karena bakteri
Adakalanya batuk yang awalnya disebabkan infeksi virus dapat berlanjut dengan infeksi oleh bakteri. Kalau sudah begini, kondisi ibu hamil akan terlihat parah. Gejala yang timbul bukan hanya bersin-bersin dan batuk-batuk saja, tapi juga demam. Batuknya pun disertai lendir atau dahak yang berwarna kuning atau kehijauan. Upaya pengobatannya adalah dengan menggunakan obat batuk dan antibiotika.
PENANGANAN DI RUMAH
Nah, untuk batuk yang masih ringan (tanpa disertai demam dan belum lebih dari tiga hari), saran Reino, ibu hamil tak perlu langsung mengonsumsi obat. Langkah-langkah di bawah ini bisa dilakukan agar kondisi penyakit tidak semakin parah:
* Banyaklah beristirahat dan tidur yang cukup.
* Hindari makan makanan yang dapat merangsang batuk, seperti goreng-gorengan atau makanan dan minuman dingin.
* Banyaklah mengonsumsi buah-buahan, terlebih yang kaya vitamin C, seperti jeruk, jambu biji dan sejenisnya.
* Banyak minum air putih hangat agar tenggorokan tidak membengkak akibat adanya reaksi peradangan.
* Pengobatan seperti minum sesendok kecap atau madu yang sudah dicampur dengan perasan air jeruk nipis yang sebelumnya sudah dibakar, bisa saja dicoba.
Jika semua cara tersebut tidak juga meredakan batuk, untuk pertolongan pertama ibu bisa minum obat batuk hitam yang relatif aman dikonsumsi selama hamil. Obat batuk yang bisa digunakan untuk semua jenis batuk ini, selain dapat meredakan batuk, juga bisa mengeluarkan lendir.
HUBUNGI DOKTER
Kalau kondisi ibu hamil tidak membaik atau malah cenderung lebih parah, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi pada dokter kandungan karena kalau sudah begitu biasanya batuk yang terjadi disebabkan bakteri, yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dokter.
Umumnya yang diberikan adalah obat pengurang batuk, juga antibiotik sebagai upaya untuk menekan jumlah bakteri. Juga, bila batuk yang terjadi menimbulkan kontraksi, selain obat-obatan tadi, dokter akan memberikan obat yang sifatnya dapat meredakan kontraksi pada rahim.
Tentunya jenis antibiotika dan dosis yang diberikan dokter harus aman bagi ibu hamil. "Dokter kandungan pasti sudah tahu antibiotik mana yang tidak akan menembus sawar plasenta sehingga aman bagi janin."
BATUK KARENA TBC
Bagaimana dengan batuk yang disebabkan penyakit berat seperti TBC? Ditegaskan oleh Reino, bahwa batuk akibat TBC amat jarang muncul selama kehamilan. Kalaupun ada bukan karena pada saat hamil ibu terserang TBC, tapi infeksi TBC terjadi jauh sebelum kehamilan. Jika TBC itu tidak diobati secara tuntas, maka kondisinya menjadi parah dan timbul serta berlanjut saat ibu tengah mengandung.
Dampak kasus seperti ini pada janin, diakui Reino, cukup berbahaya karena infeksi bakteri TBC bisa menyebabkan kondisi kesehatan ibu menurun dan akhirnya dapat dan menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. "Infeksi pada saluran napas dapat pula menyebabkan infeksi pada kelenjar getah bening yang ada di leher. Kemudian kuman beredar mengikuti aliran darah sampai ke organ reproduksi wanita, yang dapat mengakibatkan kontraksi pada rahim, ketuban pecah dini bahkan keguguran atau persalinan prematur."
Oleh karena itu, saran Reino, sebelum kehamilan terjadi ibu sebaiknya sudah mempersiapkan kesehatan diri dengan maksimal. Di antaranya melakukan tes kesehatan sebelum mengupayakan kehamilan. Itulah pentingnya pemeriksaan prenatal, sehingga selama kehamilan ibu dapat terbebas dari infeksi-infeksi yang berat.

Batuk Saat Hamil Muda

DOKTER, saya sedang hamil 4 bulan, sejak 2 hari lalu saya batuk. Batuknya sering sampai perut saya sakit. Saya takut minum obat karena khawatir berakibat pada kehamilan saya. Apakah saya boleh minum obat batuk saat hamil muda? Terima kasih Dok.
Ny. Ria di Bandung
Ibu Ria yang terhormat.
SEBAGAIMANA manusia umumnya, dalam keadaan cuaca saat ini, tidak heran bila ibu mengalami batuk atau pilek. Semua ibu hamil dapat mengalami penyakit-penyakit yang diderita oleh ibu tidak hamil. Intinya adalah ibu hamil harus menjaga dirinya agar tidak mudah kena penyakit, terutama trimester pertama (12 minggu pertama) karena masa tersebut merupakan masa pertumbuhan janin.
Umumnya penyakit batuk atau batuk pilek bukan merupakan hal yang berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya, akan tetapi gejalanya dapat mengganggu ibu karena saat batuk perut merasa tertarik dan tidak nyaman. Pada kehamilan lebih dari 4 bulan, obat-obat batuk relatif lebih aman dipakai daripada usia kehamilan kurang dari 3 bulan. Obat batuk yang dapat dipakai adalah yang mengandung anti-histamin kecuali beberapa macam tidak dianjurkan untuk dipakai pada trimester pertama. Selain itu, yang dibolehkan adalah obat yang cukup aman dan banyak pre-paratnya, yakni yang mengandung dextromethorphan.
Merek obat batuk sangat banyak, karena kebanyakan obat batuk termasuk kategori C (dipakai hanya dengan pertimbangan kegunaannya lebih besar daripada risikonya) dan karena etika penulisan pada media cetak dokter tidak boleh mengunggulkan salah satu merek, Ibu dapat membaca kandungan obat batuk tersebut yang tertera pada kemasan obat-obat batuk. Obat yang mengandung pseudoephedrine sebaiknya dihindari pemakaiannya pada trimester pertama.
Cara lain mengatasi batuk tanpa obat-obatan adalah minum yang banyak, minum teh hangat, juice, air putih, cairan yang banyak dapat mengencerkan dahak sehingga mengurangi rangsangan batuk. Perlu diketahui bahwa guncangan perut karena batuk tidak akan menyebabkan keguguran atau mulainya persalinan. Menggosok dada dengan preparat mengandung mentol atau penghangat lainnya (kayu putih), banyak beristirahat, memakai obat isap hidung, atau melakukan penguapan dapat sangat membantu. Bila masih bingung, segera hubungi dokter terdekat.
Semoga ibu cepat sembuh."*
Dok, putri bungsu saya sekarang berusia 12 tahun. Belum haid, namun sejak beberapa waktu lalu menderita keputihan, kadang gatal. Saya sudah beritahu tentang cara cebok yang baik. Saya juga sudah bilang bahwa celana dalam harus tetap kering, jadi harus sering diganti. Namun keputihan itu masih ada. Bagaimana Duk? Terima kasih sebelumnya.
Ny. Dwiani di Bandung
Ibu Dwi yang terhormat.
Keputihan sering menjadi ciri yang normal terjadi [tada gadis menjelang haid (menarche/ haid yang pertama kali datang). Warna keputihan yang normal dapat bening seperti air Hut, atau putih jernih agak kental, namun tidak berbau dan tidak menyebabkan rasa gatal. Hal ini harus diketahui oleh para remaja agar dapat membedakannya dengan keputihan penyakit.Apabila dilakukan pemeriksaan apus cairan vagina di laboratorium, hanya terlihat beberapa sel epitel vagina dan sel darah putih/lekosit polimorfonuk-lier (PMN) 5 per lapangan pandangan (pemeriksaan mikroskopik), tidak terlihat jamur atau mikroorganisme patogen.
Keputihan yang merupakan penyakit infeksi vagina atau vulva (vulvovaginitis), biasanya berpenampilan cairan vagina yang berwarna kekuningan, putih keruh, atau putih bergerombol seperti kepala susu pecah, dapat berbau, dapat pula terasa gatal. Daerah kemalu-an (vulva) dapat terlihat iritasi, berwarna kemerahan atau menipis dan terdapat bekas garukan. Penyebabnya dapat berupa kontaminasi feses dari anus (ibu sudah mengajarkan cara cebok yang benar), kuman dari sekitar kemajuan yang lembap (sering memakai celana stretch, nilon, berkeringat, atau kebersihan kurang baik. Pada anak kecil, dapat pula terjadi keputihan akibat iritasi benda asing yang masuk ke dalam vagina).Hindari pemakaian celana ketat, legging, atau celana nilon, dan jaga kebersihan serta kelembapan. Apabila Ibu meragukan keputihannya sebagai penyakit, hawalah putri Ibu ke dokter kandungan ter-dekat.*"

CARA MENJAGA KEHAMILAN

Kehamilan adalah idaman semua wanita, siapa yang tidak ingin Hamil? .Jadi Kehamilan adalah kesempurnaan seorang wanita.
Bila anda merencanakan dan mempersiapkan kehamilan secara matang, maka otomatis bayi dalam kandungan akan baik-baik saja. Selain itu saat bayi lahir dalam keadaan sehat fisik dan psikis tanpa cacat sedikit pun. Hal tersebut didukung oleh kondisi kesehatan calon ayah dan ibu yang optimal dan merupakan salah satu cara mencegah ketidaknormalan sel calon janin
Berikut ini ada tips yang sangat dianjurkan bagi Ibu hamil dalam menjaga kehamilan masa pertumbuhan bayi di dalam kandungan :
1. Kontrol teratur ke dokter untuk memeriksakan kehamilan.
2. Hindari bahan atau zat-zat kimia yang yang menimbulkan keracunan
3. Berhenti merokok bila Anda merokok atau janganlah menjadi perokok pasif,
4. Minumlah yang lebih banyak, terutama air putih.
5. Konsumsi makanan yang bergizi, untuk memenuhi kecukupan gizi untuk ibu dan si kecil
6. Konsumsi vitamin Asam Folat
7. Konsumsi juga tablet penambah darah,
8. Berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat-obatan termasuk juga obat-obat tradisional.
9. Jangan sungkan atau takut bertanya pada dokter.
10. Tetaplah beraktifitas karena akan baik untuk sang ibu maupun sang calon bayi.
11. Hindari mandi atau berendam dengan air panas saat hamil.
12. Istirahatlah yang cukup.